Proposal Proyek Sistem Informasi Manejemen


Tulisan saya kali ini bukan mengenai JAVA atau bahasa pemograman lain. tapi mengenai proposal proyek pembangunan sebuah perangkat lunak.. proposal ini pernah saya buat bersama rekan saya Lista Nagara waktu mengambil matakuliah Proyek Sistem Informasi Management yang diampuh oleh pak Kristoko Dwi Hartomo dan kami mendapatkan tugas akhir berupa pembuatan proposal dan sekaligus pengembangan aplikasinya.. seperti apakah proposal proyek dan standard apakah yang dipakai untuk membuat proposal tersebut?… jawabannya sederhana “coba teman” masukan kata kunci di google mengenai SKPL(Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak) atau SRS(Software Requirements Specification)”. semua artikel menyangkut kata kunci tersebut akan menjawab permasalahan diatas. πŸ™‚ dalam pembuatan proposal ini kebanyakan kami mengambil reference berdasarkan standard pembuatan SKPL dan SRS. berikut adalah contoh proposal proyek tersebut :

maksud dan tujuan saya mengupload contoh proposal yang pernah dibuat ini adalah sebagai contoh dalam pembuatan proposal proyek sistem informasi. tekhususnya bagi mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi yang mengambil matakuliah PSIM. begitulah singkatannya. dikarenakan mahasiswa ketika mendapatkan TA berupa pembuatan proposal proyek dengan sejuta bingungnya mau dibuat kayak gimana proposal tersebut.. πŸ™‚ Β saya sadar proposal tersebut belum sempurna atau belum secara total berdasarkan standart pembuatan SRS/SKPL. untuk itu mohon masukan sebagai pembelajaran selanjutnya.. semoga membantu πŸ™‚

Advertisements

3 thoughts on “Proposal Proyek Sistem Informasi Manejemen

  1. dulu saat-saat awal saya mengambil mata kuliah ini, kami ditugaskan untuk membuat sebuah proposal pembuatan sebuah software mungkin istilahnya bisa proyek. klo kita pake istilah proyek, saya membayangkan isitilah itu menjurus ke komersialisasi. artinya sebuah sistem informasi yang dikembangkan akan dijual ke user.

    nah sekarang about proposal,
    sebuah proposal proyek itu berisi latar belakang, tujuan, sampai dengan budgeting, benar kan?
    nah sekarang coba perhatikan dengan proposal contoh diatas, dalam proyek sebenarnya, proposal ini akan membingungkan calon user. kenapa saya bilang bingung.

    ingat !! tidak semua user itu adalah orang IT, jadi mereka tidak akan tau apa use case, aktifity diagram, serta istilah-istilah IT yang ada didalam proposal ini seperti ORM, JAVA dll. biasanya mereka hanya minta “sistem informasi berbasis web/dekstop. misalnya anda akan bilang dibuat pake JAVA, trus di pihak user tidak adalah orang ahli dengan JAVA? hayo..gimana ? hehehehe (bisa gagal dong nih proyek) πŸ™‚

    belum lagi bagaimana cara membacanya.
    contohnya gampang, coba buatlah sebuah sistem pengarsipan surat untuk fakultas teologi/hukum di UKSW. kemudian bawalah proposal ini ke fakultas teologi. mereka pasti akan bertanya, arti simbol2 itu? bagaimana cara membacanya ?

    jika sudah begini, lembaran-lembaran yang berisi use case dan kawan-kawannya akan dilewati oleh calon user (requirement), dan user akan langsung menuju halaman yang berisi budgeting. padahal requirement itu sangat penting dalam sebuah proyek, dan itu yang menentukan keberhasilan sebuah proyek. nah bagaimana jika user tidak memahami requirement ? karena requirement nantinya akan dicantumkan dalam draft kontrak kerjasama sebuah proyek.

    pengalaman saya, proses requirement cukup menggunakan sebuah workflow sederhana seperti flowchart analitik yang mudah dipahami calon user. kemudian setelah itu baru ada proses negosiasi budget yang telah kita cantumkan di proposal dengan calon user.

    sebuah proyek itu tidak semata-mata adalah proposal. meskipun proposal itu sangat penting. tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa mendapatkan sebuah proyek. bagaimana proses negosiasinya ? mungkin itu yang perlu diajarkan ke mahasiswa.

    sekali lagi, tidak ada yang salah dengan proposal diatas. mungkin tujuannya berbeda. tidak untuk komersial atau semata-mata untuk mendapatkan uang tapi mungkin lebih ke arah ilmiah. atau pembelajaran untuk skripsi mahasiswa, bener kan? πŸ™‚

    terima kasih
    semoga bermanfaat.

    1. nah inilah gunanya sharing sesuatu yang kita (mahasiswa) belum terlalu memahami betul tentang pmbuatan proyek itu karna berharap orang yng seblumnya sdh trjum dalam hal-hal sperti ini (proposal) bisa mmbagi pngetahuannya atw pngamalamnya wktu pmbuatan proyek yg disertai proposal..dangke bnyak lgi bu Jhon ats masukannya kyaknya prlu blajar bnyak lgi dri bu jhon…

      proposal yng b dgn tmn buat itu tnpa adnya ptunjuk dari pngajar tntang cra pmbuatan proposal proyek yang sbenarnya mngarah ke komersial atau lbh khusus k ilmiah.. jdi wktu itu katong bngung harus mulainya dri mn… klu yg b srankan sbenarnya proposal atw matakuliah yng d ajarkan trkait dgn proyek itu sharusnya mengarah ke dunia komersial dan mahasiswa diajarkan untuk bgm mmbentuk sebuah krjasama dgn client tapi dilandasi oleh pngetahuan ilmiah krna toh mahasiswa stelah selesai akn brhadapan dgn hal-hal yg sperti it.. wktu katong dpt tgs ini kbanyak yang d mnta adalah proposal yang sperti itu yang harus ad requirement brupa usecase dan kwn” brdasarkan standard SRS yang brlaku dan smpat dijelaskan jg bhwa proposal yang seperti ini adalah salah satu bntuk negosiasi atw ikatan kontrak antara client dgn pengembang sistem jadi b pikir proposal yg seperti ini yg sering dg pke dlm pembangunan proyek dgn pihak user…stelah lihat bu jhon pn pnjelesan trnyata ad bnarnya jga…!!jdi b bsa ambil ksimpulan klu proposal yg b bkin itu lbih ke arah dokumentasi proyek yg katong buat yg nntinya bsa dipakai oleh pengembang sistem selanjutnya..sdngkan proposal yg sbenarnya kra” formatnya sprti ap y?? πŸ™‚

      untuk skrang ini b ad mw rncana ikut proyek pembuatan aplikasi minimarket dari BISTEK. b 1 tim dengan pak fritz. jdi mudah”an dri stu b bisa ad gmbaran pembuatan proposal untuk proyek itu yg sperti ap….mungkin ad saran dri bu Jhon?
      dangke lai sbelumnya……

  2. klo format proposal beta rasa zn ada yang pasti. karena setiap orang punya ide yang berbeda-beda, tinggal liat kreatifnya tiap orang bikin proposal.

    kalo mau bikin aplikasi minimarket (Point of Sales), aplikasinya dibuat aja dulu, trus di tawarkan ke calon konsumen. di proposal penawarannya langsung dicantumkan kelebihan aplikasi. misalnya ada modul akuntansinya atau modul-modul lain yang dibuat. kenapa beta bilang langsung bikin, karena sistem kerja di minimarket rata-rata sama. nah nanti langsung demo di depan dorang (calon konsumen). kenapa ?

    minimarket itu kan usaha kecil, jadi yang punya juga pengusaha kecil (biasanya minimarkaet itu yang punya perorangan. bukan perusahaan besar(cerita lain kalo minimarket kaya alfamart, indomart, dll) :)). jadi pengusaha kecil ini zn akan mengerti ale dong punk proposal penawaran yang berisi macam-macam yang sudah beta sebutkan di komentar pertama.

    dulu bistek juga sudah bikin aplikasi itu, pake barcode juga (tapi itu jaman bistek pertama berdiri) :).

    simple aja untuk aplikasi kecil seperti ini. dibuat dulu, baru ditawarkan (bila perlu langsung demo).

    contoh yang su jadi banyak koq diinternet kaya point of sales open bravo. nanti bisa dilihat dari situ. coba ale download.. itu komplit dan gratis πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s